Minggu, 03 Mei 2009

DIGITAL RECORDING





Dengan semakin canggih komputer dan perangkat konverter audio di masa kini, maka tidak heran jika banyak musisi yang menggunakan perangkat digital seperti ADAT dan lain-lain untuk memproses musik hasil karya mereka. Bertaburan software yang membawa keunggulan masing-masing. Seperti CAKEWALK yang sangat populer dengan piranti MIDI (Music Instrument Digital Interface), CUBASE SX dengan piranti recordingnya, NUENDO, serta beberapa software virtual yang sangat banyak jumlahnya.Dapat saya pastikan jika Anda mengunjungi tempat penjualan software komputer, anda akan dibuat bingung oleh begitu banyaknya software-software tersebut. Jika anda ingin mencoba semuanya… ya silahkan saja!! Baiklah… sebenarnya apa sich yang harus dimulai ketika Anda punya keinginan untuk merekam
karya-karya Anda. Mungkin dengan menyimak sedikit artikel dari saya ini dapat memberikan pengetahuan untuk anda tentang apa dan bagaimana proses recording itu dan apakah memang dapat merekam karya-karya kita juga dapat dilakukan dirumah/studio sendiri seperti yang sering kita dengar dengan istilah Home Recording. Silahkan simak artikel saya ini…. Prinsip RecordingPertama kalinya recording ditemukan satu abad yang lampau. Tepatnya pada tahun 1887, ketika Thomas Alfa Edison menemukan alat perekam, yaitu cylinder phonograph. Dan sejak itu pula bermunculanlah kemajuan yang dicapai hingga kini.Tujuan utama recording adalah merekam seluruh karya kita berikut arransemennya. Dan hasilnya dapat kita dengar ulang. Tentunya diharapkan kualitas musik tetap terjaga, tidak merusak telinga yang mendengarkannya. Sebagai catatan kemampuan telinga kita sanggup menerima intensitas bunyi di kisaran 10 dB – 120 dB. Itupun kalau suara yang dihasilkan tidak rebek dan pecah.. Kualitas record yang rusak juga dapat menghancurkan perangkat audio system di rumah.Prosedur Teknis RecordingPenulis mencoba merangkum beberapa standar yang dilakukandalam recording profesional.

1.Merekam suara yang disebut Tracking atau ‘Take’.

Dari sebuah arransemen musik, tentunya ada sekian banyak instrumen yang akan mengiringi sebuah lagu. Satu per satu setiap instrumen direkam dalam track record. Secara teknis adalah dari sumber suara akustik yang diubah menjadi gelombang electric. Sinyalnya diterima oleh recorder. Idealnya sumber suara (source) yang terekam semirip mungkin dengan aslinya.
Jika menggunakan komputer, jadilah sinyal tersebut sebagai digital. Tetapi oleh recorder Analog (seperti DAT, realtape) sinyalnya tetap menjadi analog.

2.Hasil tracking yang telah terekam, dilakukan proses Mixing yang meliputi pengaturan volume, gain, balancing. Dalam teknologi rekaman digital, Anda akan sangat terbantu untuk melakukan editing karena fasilitas dari software audio editing. Pada bagian-bagian tertentu dapat kita copy, delete, mixed, dll layaknya seperti kita menggunakan aplikasi pengolah kata seperti MsWord dan kawan-kawanya.
3.Selanjutnya adalah proses Equalisasi, yakni proses

menciptakan karakter sound dengan penguatan ataupun pengurangan frekuensi suara seperti pada Low,Low-Mid,High-Mid-dan High frekuensi. Proses ini menuntut ketajaman telinga Anda hingga antar frekuensi tidak saling bertabrakan. Seberapa besarkah kemampuan Anda dalam membedakan frekuensi. Sound terekam harus memiliki kejernihan, terang, berkarakter dan tidak pecah. Pastikan bahwa input dari suara yang terekam memiliki ketebalan ( pada step 1 ), sehingga memudahkan kita untuk melakukan equalisi. Contohnya sound cymbals adalah tipis, tetapi terang dan bening. Inilah seorang sound engineer diuji kemampuannya.Teknik berikutnya adalah pemberian Sound Effect, seperti reverb (efek ruang), delay, Chorus, Compresi, Noise Gate,Limiter, dll. Effect memberikan karakter yang lebih kuat. Sentuhan terakhir ini akan menjadikan music Anda siap untuk didengarkan, seperti layaknya kita mendengar Compact Disc,  Cassette, dll, atau bahkan lebih dramatis.
4.Mastering adalah proses terakhir.

Di studio mastering profesional hasil rekaman kita tadi ditangani si ‘dokter audio’. Tugasnya menghilangkan hiss dan hum, menurunkan simbilance (ess) yang berlebihan, mengkompres frekuensi-frekuensi yang kasar, memoles dan meratakan, menetapkan standar volume. Barulah musik karya kita direkam ke dalam pita cassete atau CD melalui CD Burning. Equipment Recording Jika disusun daftar, begitu banyak kiranya perangkat untuk menciptakan musik Anda di rumah. Berikut ini adalah daftar minimal equipment yang kita butuhkan jika kita akan merekam secara digital :
  1. Personal Computer, dengan spesifikasi minimal : Pentium IV
    , RAM 512MB, CD Burning dan Harddisk yang cukup
    besar, min 80 GB. Tapi untuk software produk terkini, ada
    spesifikasi yang meminta RA cukup besar.
  2. Sound Card (internal komputer) atau Conventer (external)
    untuk kelas profesional. Kualitas Sound Card diukur dalam
    istilah Sample Rate. Soundcard PC standar umumnya samplerate :
    44.100 KHz-16 bit. Sebagai perbandingan profesional
    samplerate-nya 96.000 KHz-32 bit (kualitas sound DVD), dan
    bahkan ada yang lebih dari itu.
  3. Microphone , dengan jenis dynamics, kondensor atau Cardiod.
    Untuk dua jenis terakhir diperlukan piranti tambahan, yaitu
    mic preamp yang memiliki fasilitas Phantom Power (+48 dB) yang
    biasanya terdapat dalam piranti tambahan yang disebut Mic
    Preamp.
  4. Stereo Speakers Control. Usahakan jenis speaker memiliki
    kemampuan untuk memproduk Low/High frekuensi. Untuk
    profesional, biasanya menggunakan jenis real speakers monitor.
  5. Headphone.
  6. Kabel-kabel penghubung yang jumlahnya tidak sedikit.
    Kualitas kabel disarankan yang memiliki kualitas terbaik,
    tidak mudak putus/patah, anti noise, lentur serta pemilihan
    jack yang baik. Jenis jack audio yang umum digunakan
    diantaranya Canon, RCA, XLR.

    Dengan daftar di atas Anda sudah dapat melakukan perekaman
    minimal 2 track. Tetapi jika ingin dikembangkan lebih jauh,
    berikut ini daftar kelas profesional:
  1. Mixer atau Console / piranti pencampur suara sekaligus
    mengatur gain/volume input.
  2. Compresor / penahan sinyal berlebih.
  3. NoiseGate Prosesor / membuang suara tak perlu (noise)
  4. Equalizer/ pembentuk timbre suara.
  5. Analog/Digital Efek Prosesor/ pemberian efek ruang,
    dynamics, ketajaman, ambience, dll.

    Seiring dengan kemajuan teknologi audio, sejumlah pabrikan
    menawarkan berbagai piranti yang semakin
    canggih.Pertanyaannya….. berapa budget untuk menyiapkan
    semuanya. Silakan jalan-jalan ke toko music profesional dan
    berhitung. Setidaknya untuk mengawali kita bisa mulai dengan
    daftar perangkat pertama (1 – 6).

    Persiapan Piranti Recording
    Lebih singkat, dalam tulisan ini kita bicarakan teknik
    Digital. Menggunakan teknik ini, pasti berhubungan dengan
    komputer. Baiklah akan kita bahas satu persatu hardware yang
    akan gunakan.

    RUANG RECORDING
    Untuk kelas rumahan / Home Recording tidak perlu di set secara
    khusus. Pastikan saja ruang Anda nyaman untuk bekerja dan
    tidak bising dengan gangguan suara disekitar ruang rekaman.
    Tapi dalam perekaman profesional dibutuhkan ruang khusus dan
    memiliki akustik ruang serta kedap suara yang sangat baik.

    PERSONAL COMPUTER
    Dengan pesatnya kemajuan komuter dan software, dapat
    menciptakan studio recording baik untuk taraf rumahan maupun
    yang profesional. Silahkan periksa spesifikasi komputer Anda,
    mulai dari prosesor, RAM, Soundcard (spesifikasi standar telah
    dibahas di atas).
    Kualitas Record berarti berhubungan dengan kualitas Sound Card
    yang Anda miliki. Untuk kualitas tergolong cukup bisa
    diandalkan seperti Sound Blaster Live 5.1 Platinum, Audigy,
    Vibra 128. Soundcard juga memiliki fasilitas “What you Hear”
    yang mana akan mempermudah perekaman MIDI File ke Wave File.
    Tapi tak apalah jika dengan merek lain. Dengan sebuah PC, kita
    juga dapat merekam sinyal-sinyal analog kedalam bentuk wave
    file. Umumnya soundcard PC memiliki jalur input 1 (mono) mic,
    1 (stereo) line In, jalur output 1 (stereo) line out, 1
    (stereo) speaker. Sebagai catatan bahwa jalur stereo
    sebenarnya memiliki 2, yaitu L dan R. Keduanya bisa dipecah
    dengan membuat jalur baru. Jika dirasa 2 input belum cukup,
    Anda juga dapat menggunakan tambahan soundcard tetapi dengan
    tipe atau merek yang lain. Jika 1 merek / tipe yang sama maka
    terjadilah crash dan tidak bisa didetek oleh system komputer.
    Lain lagi jika kita rekaman pro yang sedikit rewel dalam
    pemilihan soundcard atau disebut konventer yang lebih banyak
    terpasang di luar PC. Produk yang banyak dipakai diantaranya
    Teratex, Pro Tools, Aardvark, E-MU, DSP 2000, dll. Umumnya
    mereka mempunyai lebih dari 4 input dan lebih dari 2 output.
    Tapi jangan tanya harganya…. selangit…
    Memilih soundcard / conventer dapat dlihat dari keterangan
    produknya dengan acuan yang disebut Sample Rate. Sample Rate
    mengukur ketebalan dari hasil proses rekaman. Untuk kelas PC
    standar umumnya adalah 44.100 KHz-16 bit. Untuk perbandingan,
    converter memiliki sample rate 96 KHz-32 bit. Ini adalah
    standar kualitas suara yang dikeluarkan oleh DVD.